Kendala Lemas Ketika Puasa Sanggup Bung Cegah Dengan Tidur Yang Leluasa

Badan terasa lemas ketika melakukan ibadah puasa yaitu hal lumrah. Karena kondisi tubuh kekurangan cairan, apalagi ketika beraktivitas di siang hari. Cara terbaik untuk mencegah hal itu yaitu dengan tidur. Praktisi kesehatan tidur, dokter Andreas Prasadja menyampaikan kalau kualitas tidur mempunyai imbas dengan impian makan seseorang.

Otak yang kurang tidur itu akan jadi rakus dan mencari zat yang rasanya asin, manis, dan gurih,” tulisnya dalam cuitannya di akun Twitter @prasadja.

Tidur juga sanggup menjaga kestabilan berat tubuh selama puasa, alasannya yaitu menjaga kualitas tidur menciptakan seseorang tidak rakus ketika berbuka. Dokter yang berpraktik di Snoring & Sleep Disorder Clinic Pondok Indah, Jakarta ini menyampaikan ketika seseorang kurang tidur, metabolisme tubuh terganggu.

Hal ini secara terang kuat kepada kadar gula darah, tekanan darah hingga kolesterol. Belum lagi kalau seseorang mempunyai dilema tertentu menyerupai diabetes atau hipertensi. Bulan puasa ini menjadi momen yang menyulitkan untuk seseorang macam itu.

“Sebenarnya gula, tekanan darah, dan kolesterol, lebih gampang untuk dikontrol bila tidur diperhatikan,” ujar Andreas menjelaskan.

Jadi kalau masih ada yang berfikir kalau masakan dan olahraga yang harus diperhatikan di bulan ramadhan tidak sepenuhnya tepat. Karena kualitas tidur juga harus dijaga. Waktu sahur selama bulan ramadhan sangat mempengaruhi waktu tidur, maka dari itu bung sanggup mengatur waktu beristirahat.

Perubahan drastis acara tidur alasannya yaitu harus sahur, tentu akan menciptakan tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan dengan acara yang baru,” pungkas Andreas dalam akun Twitternya.