Rara, Calon Berpengaruh Anggota Dewan Termuda Dari Pangandaran

Usianya gres 28 tahun. Namun Rara Agustin diprediksi akan menjadi anggota dewan termuda di DPRD Kabupaten Pangandaran. Dari hasil hitung-hitungan Rara yang maju dari PDIP ini melalui dapil 2 Pangandaran ini (Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya) berhasil meraih 2.605 suara. Ini jadi angka perolehan tertinggi dari partai belogo banteng di tempat tersebut.

 Namun Rara Agustin diprediksi akan menjadi anggota dewan termuda di DPRD Kabupaten Pangan Rara, Calon Kuat Anggota Dewan Termuda Dari Pangandaran

Namun Rara tak mau jumawa. Dalam sebuah kesempatan dia mengaku masih awam di dunia politik alasannya ialah gres mengenal belakangan ini. Kendati begitu, nona lulusan Fikom Unpad ini tak tiba dengan tangan kosong. Ia mengaku telah berproses sesudah sebelum ini terjun pribadi ke masyarakat.

 Namun Rara Agustin diprediksi akan menjadi anggota dewan termuda di DPRD Kabupaten Pangan Rara, Calon Kuat Anggota Dewan Termuda Dari Pangandaran

Ia punya semangat khusus, alasannya ialah Rara ingin memperjuangkan aspirasi warga di kampung halamannya sendiri di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Menurutnya, masih banyak yang perlu diperbaiki, mulai dari infrastruktur sampai kesejahteraan masyarakatnya.

 Namun Rara Agustin diprediksi akan menjadi anggota dewan termuda di DPRD Kabupaten Pangan Rara, Calon Kuat Anggota Dewan Termuda Dari Pangandaran

Modal lainnya ialah pengalamannya sebagau pengusaha kuliner. Menurutnya hal tersebyt membuatnya tertarik terhadap bidang ekonomi. Jika benar nanti dia resmi dilantik, Rara menyebut ingin mendorong kebijakan dan kegiatan ekonomi kreatif untuk belum dewasa muda di Kabupaten Pangandaran.

 Namun Rara Agustin diprediksi akan menjadi anggota dewan termuda di DPRD Kabupaten Pangan Rara, Calon Kuat Anggota Dewan Termuda Dari Pangandaran

Perempuan yang masih lajang ini menuturkan, bahwa dia berharap belum dewasa muda di Pangandaran semakin kreatif, mulai menguasai bisnis online, marketing online. Implementasinya akan diupayakan melalui pengadaan seminar-seminar. Bagaimana, Bung tertarik membantu usaha Rara?

Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan Yang Doyan Edit Foto Supaya Terlihat Ganteng

Edit foto semoga terlihat ganteng? ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan, beberapa mitra niscaya pernah melakukan. Entah sebagai materi bercanda atau serius demi menipu publik di sosial media. Ternyata, terlihat tampan dan mulus di sosial media merupakan hal penting, demi membangun gambaran di dunia maya. Hal tersebut bahkan tidak dilakukan oleh orang biasa menyerupai kalian saja, karyawan pemuja simpulan pekan, melainkan kepala negara.

Kepala Negara Kazakhstan, Qasym-Zhomart Tokayev, ialah sosok yang terlihat halus dan tampan di sosial media dan dunia maya. Usut punya usut, dia melaksanakan edit foto dengan fitur Beautify untuk itu semua. Maka jangan heran apabila ada beberapa foto yang terlihat berbeda, terutama jikalau yang mengunggah dari media luar, bukan akun istana kepresidenan Kazakhstan.

Media Luar Melakukan Penelusuran, Tentang Perubahan Wajah Secara Digital

 ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan yang Doyan Edit Foto Biar Terlihat Ganteng

Sumber : Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

Merasa ada kejanggalan terhadap beberapa foto Tokayev yang diupdate, menciptakan sebuah media luar berjulukan Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) coba membandingkan beberapa foto dia ketika menghadiri program kenegaraan. Apakah iya sekelas presiden melaksanakan editan photoshop? sehabis dibandingkan, ternyata benar adanya bahwa ada editan di wajah tokayev. Bahkan media tersebut menyampaikan bahwa hasil kajian digital forensik menyampaikan jikalau ada perubahan drastis! terutama bentuk wajah hingga tekstur kulit di wajah. Namun media tersebut tidak menyampaikan perihal siapa yang memerintahkan foto Tokayev diedit, apakah ia sendiri atau staf di pemerintahan.

Beda Sumber Beda Tampilan Wajah, Terkadang Terlihat Tampan Terkadang Bisa Juga Terlihat Berantakan

 ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan yang Doyan Edit Foto Biar Terlihat Ganteng

Sumber : Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

Editan kepada foto Tokayev semakin gencar dilakukan menjelang Pemilihan Umum Bulan Juni 2019 mendatang. Hal yang paling kentara ialah ketika dia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan April lalu. Fotonya ada yang terlihat tampan dengan wajah halus dan dagu lancip, namun ada juga yang berbeda, terutama foto yang diupload oleh istana kepresidenan Rusia. Tentu saja hal ini menipu publik secara terang-terangan. Bahkan kami rasa publik pun menyadari ketika melihat foto-foto tersebut.

Tak Ada Jawaban Terkait Pemintaan Konfirmasi Atas Dugaan Edit Foto Tokayev

 ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan yang Doyan Edit Foto Biar Terlihat Ganteng

Sumber : Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

Rasa ingin tau tidak hanya dimiliki oleh media RFE/RL saja, namun Motherboard sebuah media di bawah naungan Vice, coba bersikap halus dengan meminta konfirmasi atas dugaan foto editan pada kantor Tokayev. Namun usul wawancara yang diajukan tidak mendapat balasan. Lucunya lagi, kontak nomor faks kantor kepresidenan yang tercantum di situs resminya hanya enam digit, padahal nomor faks standar di Kazakhstan terdapat tujuh digit sehabis aba-aba area. Kaprikornus tidak ada titik temu dari editan foto yang dilakukan kepada negara Kazakhstan, di sisi lain RFE/RL juga berspekulasi jikalau foto resmi mantan Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev juga sering di photoshop. Kalau benar apa adanya, berarti sanggup dikatakan istana kepresidenan yang melaksanakan hal ini. Mungkin, demi membangun gambaran kepala negara lebih baik.

Ada Tiga Alasan Mengapa Seseorang Melakukan Editing Sebelum di Posting

 ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan yang Doyan Edit Foto Biar Terlihat Ganteng

Sumber : Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

Melakukan edit foto sebelum diunggah di sosial media dan semacamnya, biasanya didasari oleh tiga alasan menyerupai dilansir di BBC.com, Pertama ialah edit foto dilakukan alasannya ialah candu demi mendongkrak kepercayaan diri, kedua ingin mendapat banyak apresiasi dan yang ketiga, alasannya ialah takut dianggap jelek. Kalau menelisik dari ketiga alasan kami rasa, semua alasan tersebut sanggup terjadi pada Tokayev. Apalagi mengetahui dirinya akan kembali bertarung di dunia politik pada Pemilu bulan Juni nanti, otomatis ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan tak mau terlihat kalah. Setidaknya, hal ini ditunjukan lewat unggahan foto editan di sosial media.

Namun Tokayev, Bukan Pemimpin Dunia Pertama yang Melakukannya

 ini bukan lagi sebuah fenomena mengejutkan Bung Tak Perlu Macam Presiden Kazakhstan yang Doyan Edit Foto Biar Terlihat Ganteng

Sumber : Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL)

Kalau bung menganggap Qasym-Zhomart Tokayev ialah kepala negara pertama yang melaksanakan editing terhadap setiap fotonya itu tidak tepat. Karena pada 2017 lalu, Motherboard juga pernah menuliskan dugaan editing bab indera pendengaran Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un. Bahkan presiden menyerupai Donald  Trump juga pernah membagikan foto-fotonya yang lebih langsing dan tanganya yang terlihat lebih panjang. Bukan berarti ia langsing ketika itu, namun ada dugaan foto-foto tersebut juga diedit.

Bahkan ada kantor berita, Getty Images yang melisensikan foto-foto Tokayev yang dimanipulasi secara digital. Foto tersebut kreditnya diberikan pada kantor kepresidenan, hal ini justru mencoreng nama Getty Images sebagai kantor berita. Tak usang sehabis itu kantor isu ini pun mengapus dua gambar Tokayev yang diedit berlebihan.

Getty Images amat menjunjung tinggi integritas editorial dan menanggapi serius manipulasi gambar. Kami mempunyai hukum ketat mengenai gambar editorial yang dimanipulasi atau tidak asli. Aturan ini juga berlaku untuk fotografer staf dan kantor pers pemerintah—yang terkadang fotonya didistribusikan kepada para pelanggan kami, ” pungkas juru bicara Getty Images dilansir dari Motherboard

 

Kita Harus Banyak Mencar Ilmu Dari Liverpool Di Semifinal

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion 2019 kemarin. Menyimak skor rasanya sudah bikin putus asa, karena sudah tertinggal 0-3 di leg sebelumnya. Apalagi yang harus dikejar Barcelona yang notabene sebagai salah satu klub terbaik dunia ketika ini.

Jadwal juga seolah tak mau memihak pada pasukan merah. Sebelumnya mereka harus berjibaku full team dalam perebutan klasemen teratas liga inggris. Sementara Barca yang sudah dipastikan juara liga spanyol dapat lebih santai dan menyimpan pemain-pemain terbaiknya. Tambah sialnya pemain andalan macam Mohamed Salah justru cidera dan tak dapat ikut main.

Wajar jikalau lalu publik pesimis Liverpool dapat mengejar ketertinggalan. Ditambah lagi para komentator pun memperlihatkan nuansa suram yang sama. Leg kedua seolah jadi cuma selebrasi basa-basi.

Tapi toh keadaan berbalik menggila. Anfield ternyata memang masih terbukti menyeramkan buat tim lawan. Keunggulan agregat 3 angka Barca sirna disapu 4 gol Liverpool. Ini bukan pertandingan biasa. Banyak hal yang dapat kita lihat malam itu.

Menang Kalah itu Biasa, Yang Penting Menikmati pertandingan

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion  Kita Harus Banyak Belajar Dari Liverpool Di Semifinal

Yup, ini yang ditunjukan oleh Jurgen Klopp. Pelatih sarat pengalaman ini tak nampak panik berlebihan semenjak bertandang ke Camp Nou sebelumnya. Meski ketika itu harus menelan pil pahit kekalahan, namun Klopp tampil santai. Bahkan instruktur kawakan ini dapat tersenyum bahagia melihat gol Messi yang spektakuler ketika itu.

Begitu juga ketika sabung di mulai di Anfield. Raut wajah Klopp tak nampak cemas berlebihan meski timnya menjalani misi yang nyaris mustahil. Ketenangan peracik seni administrasi ini juga yang nampaknya berimbas ke anak-anaknya yang bermain di lapangan.

Superstar Itu Bukan Cuma Skill Tapi Karakter

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion  Kita Harus Banyak Belajar Dari Liverpool Di Semifinal

Tak ada yang mewaspadai skill Mohamed Salah ketika ini. Namun pada semifinal tadi bukan itu yang pertanda bahwa Salah seorang superstar. Pasalnya pemain asal Mesir ini justru tak dapat main sebab cidera.

Tak patah arang Salah tetap menemani timnya dari dingklik penonton. Dan bukan hanya sekedar hadir, sebab Salah menggunakan baju hitam bertuliskan “Never Give Up” sebagai pemompa semangat kawan-kawannya. Kharisma pemain satu ini menjadi sihir magis yang membantu pasukan liverpool membalikan keadaan.

Merayakan Kemenangan Itu Biasa, Memeluk Kekalahan Itu Luar Biasa

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion  Kita Harus Banyak Belajar Dari Liverpool Di Semifinal

Berapa banyak fans klub sepak bola yang menyanjung timnya ketika menang namun segera mencemoohnya ketika kalah? Berapa banyak tim yang harus bertanding dengan dingklik kosong ketika timnya tak lagi punya harapan?

Namun atmosfer itu tak ditemukan di Anfield kemarin. Bangku tetap terisi penuh dan fans tetap militan bergemuruh sedari awal. Idiom “You’ll Never Walk Alone” yang jadi semboyan Liverpool seolah menemukan arti sebenarnya.

Kalah Sebelum Bertanding Itu Cuma Milik Pengecut

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion  Kita Harus Banyak Belajar Dari Liverpool Di Semifinal

Tak gampang memang menghadapi kedigdayaan Barcelona. Apalagi dengan kondisi agregat tertinggal 0-3. Sebagian mungkin sudah ciut nyali. Tapi pasukan Jurgen Klopp tidak nampak demikian. Sedari awal mereka menekan tanpa henti. Messi yang dipertandingan sebelumnya begitu perkasa nampak melempem. El mesiah bahkan kehilangan bola 5 kali alias terbanyak dibandingkan pemain lainnya.

Hasilnya gol cepat dapat disarangkan untuk membangkitkan semangat. Dan sepanjang waktu Liverpool tampil ganas dan tak nampak sebagai tim yang sebelumnya tertinggal.

Cuma Yakin Menang Sama Betulan Menang Itu Beda Jauh

 

Semesta nampak tak berpihak kepada liverpool menjelang semifinal Liga Champion  Kita Harus Banyak Belajar Dari Liverpool Di Semifinal

Puja-puji untuk Barca nampaknya buat tim ini terlena. Mereka tampil dengan koordinasi yang jelek sebab mungkin berpikir sudah unggul agregat jauh.

Padahal sesungguhnya dipertandingan leg pertama pun, Messi dkk bukan tanpa cela. Mereka sempat tertekan dengan permainan cepat dan berpengaruh liverpool. Toh kesudahannya yakin sudah menang saja tidak cukup. Liverpool yang pertanda semangat juang dapat membalik keadaan dan menciptakan Barca harus segera angkat koper.

Tentunya ini bukan perjalanan akhir. Liverpool masih harus berjuang di final untuk membuktikan sebagai tim terbaik Eropa. Jika saja energi macam ini dapat dipertahankan, bukan tak mungkin Liverpool juara tahun ini.

Melihat Sisi Faktual Gagalnya Mu Dan Arsenal

Permainan MU dan Arsenal di Liga Inggris sanggup dibilang bukti inkonsistensi, di mana kedua tim semenjak kurun 90-an sudah menjadi jawara. Bahkan sempat salip menyalip untuk urusan trophy Liga Inggris. Kini kedua tim tersebut memalukan. Sang jawara yang dulu tangguh, sekarang tak lagi gagah dan berani. Kemungkinan besar kedua tim ini pun, tidak sanggup berlaga di Liga Champions Eropa di ekspresi dominan depan. Sebenarnya sih tak begitu asing ya bung tak ada kedua tim ini, alasannya ialah para penikmat sepakbola juga sudah mengerti dan “sudah biasa” melihat MU dan Arsenal main di Europa League, yang kerap disebut sebagai “Liga Malam Jumat” oleh publik tanah air.

Para fans kedua belah pihak niscaya saling menghina nih, demi mengklaim dirinya lebih baik (sedikit). Namun tidak dengan pendukung Liverpool. Biasanya, pendukung Liverpool cukup senang dengan situasi ini, apalagi Liverpool kerap “dihujat” sebagai tim “Pecandu Sejarah”, di kurun EPL tim Merseyside ini belum sekalipun merasakan trophy. Kini mereka sedang berebut tahta nomor satu di Inggris, balasannya harap-harap cemas apakah tim kesayangannya menjadi juara atau tidak. Apabila Juara justru ini bakal menaikkan moril tim di mata kedua fans tersebut. Nah Balik lagi ke MU dan Arsenal, ternyata ada sisi positif  bung dibalik kegagalan mereka.

Perjuangan Tim Kecil yang Terdegradasi, Namun Memberikan Perlawanan yang Patut Diapresiasi

Permainan MU dan Arsenal di Liga Inggris sanggup dibilang bukti inkonsistensi Melihat Sisi Positif Gagalnya MU dan Arsenal

Ketika dua raksasa macam MU dan Arsenal harus ditahan imbang oleh Huddersfield Town dan Brighton. Bagi pengamat sepakbola Gary Lineker ini ialah sesuatu yang menarik. Patut diapresiasi apalagi dirayakan. Karena usaha tim medioker tersebut begitu besar dan mati-matian, meskipun sudah dipastikan terdegradasi atau  Good Bye EPL. Memang melihat dua tim yang kejar-kejaran merebut tahta itu seru, namun disamping itu jangan juga melupakan bahwa ada tim kecil yang berusaha keras untuk mendapat pujian. Sekiranya itulah yang ingin disampaikan Lineker.

Ini ialah bukti tekad klub-klub macam Bournemouth, Huddersfield, atau Brighton tidak padam meski mereka tak punya ambisi besar dan kompetisi hampir berakhir. Mereka menampilkan pertandingan yang kompetitif. Permainan yang bagus,”  kata Lineker.

Motivasi Mereka  Hanya Mendapat Poin dan Memperlihatkan Potensi, Bukan Demi Title Bergengsi

Permainan MU dan Arsenal di Liga Inggris sanggup dibilang bukti inkonsistensi Melihat Sisi Positif Gagalnya MU dan Arsenal

Arsenal yang ditahan imbang oleh Brighton, juga mempunyai sepenggal dongeng heroik. Sejujurnya, klub semacam Brighton tampil di EPL saja sudah bergengsi Atau sanggup dibilang mereka pun bersyukur  apabila ada di peringkat 13 atau 14 asalkan tidak terdegradasi. Kenyataanya  klub tersebut penghuni zona degradasi berada di peringkat 17! Namun klub yang bermarkas di Stadion Falmer tampil gemilang ketika menahan imbang Arsenal. Sang pemain bertahan, Lewis dunk, menyampaikan kalau semenjak awal memang ingin memperlihatkan yang terbaik meskipun sabung tersebut tidak besar lengan berkuasa kepada papan klasemen termasuk alias tak sanggup menyelematkan mereka yang terdegradasi.

Manchester City barangkali masih punya motivasi tampil untuk merengkuh gelar, tapi kami hanya bermain demi kebahagiaan kami sendiri. Kami ingin mendapat poin sebanyak mungkin dan memperlihatkan pada instruktur potensi apa yang sanggup kami hadirkan ekspresi dominan depan,” ujar Dunk di laman resmi klub.

Terdegradasi Secara Pasti, Berikan yang Berarti Kepada Supporter Sejati

Permainan MU dan Arsenal di Liga Inggris sanggup dibilang bukti inkonsistensi Melihat Sisi Positif Gagalnya MU dan Arsenal

Hanya mengumpulkan 15 poin hingga pekan ke-37, Huddersfield didaulat akan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris. Aroma kecewa tidak terasa di internal. Justru Jan Siewert, Manajer dari Huddersfield, tetap besar hati dengan semangat juang yang coba ditunjukkan oleh para pemain. Terbukti lewat hasil seri 1-1 ketika menahan Manchester United. Terbukti beberapa orang fans Setan Merah murka dengan ini, dengan kata lain meskipun terlimpar dari perebutan juara, masa iya tak sanggup menembus zona kondusif bermain di Liga Champions.

Setelah ekspresi dominan yang mengecewakan, kami ingin memperlihatkan sesuatu untuk suporter. Di ruang ganti aku berkata semoga para pemain menampilkan usaha 100 persen, bagaimana pun situasinya. Para suporter yang tak lelah mendukung kami sepanjang tahun layak mendapat kebahagiaan,” ujarnya

Ternyata Liga Inggris Masih Kompetitif

Permainan MU dan Arsenal di Liga Inggris sanggup dibilang bukti inkonsistensi Melihat Sisi Positif Gagalnya MU dan Arsenal

Beberapa tahun belakangan anggapan bahwa Liga Inggris kurang kompetitif terdengar nyaring. Padahal secara tampilan kita melihat bebrapa tim medioker liga Inggris masih memperlihatkan perlawanan, bahkan hingga menahan imbang atau memperlihatkan kekalahan. Beda dengan La Liga yang seakan-akan milik Barcelona saja (Karena Madrid sedang tidak bertaji, dan saudara sekota coba menggantikan posisinya). Tapi hal ini dibantah lewat komparasi perbandingan poin klub teratas dan terbawah. Sebagai pola Liverpool mengemas 94 poin sementara Huddersfield hanya 15 poin. Alhasil kesenjangan ada di angka 79 poin.

Bandingkan dengan Liga Spanyol, di mana jarak antara poin klub teratas dan terbawah hanya 53 poin. Barcelona 83 poin sementara Huesca 30 poin. Bahkan Serie A mempunyai kesenjangan 74 point, di mana Juve mengemas 89 poin sementara Chievo 15 poin.

Jarak antara tim teratas dengan sisa yang lain bahkan terlihat semakin terang bila dikomparasikan dengan liga top Eropa lain. La Liga yang kerap dikritik alasannya ialah minim persaingan faktanya lebih baik, para penontonnya di Spanyol juga terlihat terhibur,” ungkap pengamat sepakbola The Guardian, Martin Lawrence.

Namun sehabis terlihat MU dan Arsenal ditahan juru kunci, aku kira anggapan tersebut salah. Masa iya tim sekelas Arsenal dan MU ditahan sang juru kunci. Kan mustahil bung! namun inilah kenyataanya. Bahwa sisi positif dari kekalahan mereka ialah melihat tim kecil yang notabene sudah terdegradasi masih mau berjuang mati-matian.

Makin Gilanya Suzuki Gsx Rr Di Ajang Motogp

Alex Rins berhasil jadi runner up dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan lalu, pebalap Suzuki Ecstar ini hampir saja mengulang torehan terbaiknya di Texas, Amerika Serikat. Sayang Rins hanya kalah 1,654 detik dari Marc Marquez yang berada di depan. Namun ini juga menjadi catatan baik bagi Rins alasannya yakni dia memuali balapan dengan posisi start ke-9, hingga berhasil mengunci finis di posisi ke-2.

Merangsek menjadi runner up dari posisi start ke-9 bukanlah sebuah keberuntungan. Tapi sebuah kerja keras dan ketenangan yang menciptakan rins sanggup tampil apik. Belum lagi dia disokong oleh motor bertenaga menyerupai Suzuki GSX RR. Yang menjadi senjata belakang layar Rins sanggup bersaing dengan pebalap lainnya. Kami yakin, performa tim Suzuki membaik  juga imbas dari roda duanya.  Lantas bagaimana speksifikasi Suzuki GSX RR versi motoGP? simak di bawah ini ya bung

Suzuki GSX-RR MotoGP 2019 Dibangun Lewat Suara Para Pebalap

 dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan kemudian Makin Gilanya Suzuki GSX RR Di Ajang MotoGP

Menjadi tunggangan bertenaga, Suzuki GSX-RR MotoGP 2019 ternyata memang dibangun lewat seruan para penunggang atau pebalapnya lho! demi memudahkan mereka ketika beradu kecepatan satu sama lain. Mungkin hal ini lah yang menjadi faktor bagaimana, pebalap Suzuki Ecstar sanggup melesat hingga depan. Masukan dan saran diterima dan coba direalisasikan. Hal ini dinyatakan pribadi oleh Project Leader Suzuki Ecstar, Shinichi Sahara.

”Telah dibangun atas maskan dari Rins, Mir dan Guintoli. Motor telah dibangun dari banyak sekali aspek yang akan memungkinkan kami mencapai ekspresi dominan yang positif, dan tentu dengan pertolongan tim yang solid,” ujarnya.

Tahun Lalu Suzuki GSX-RR Tidak Berimbang, Sekarang Makara Motor yang Sulit Di Lawan

 dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan kemudian Makin Gilanya Suzuki GSX RR Di Ajang MotoGP

Sumber : Tribunnews

Kalau melihat Alex Rins di tahun lalu, rasanya bukan pebalap yang mengigit hingga sanggup naik podium.  Ia hanya pebalap kawakan biasa yang masih berusia belia atau Rookie istilahnya. Namun sudah dua seri di Amerika dan Spanyol, dia sanggup tampil apik. Bahkan di seri Amerika dia berhasil jadi yang utama. Usut punya usut GSX-RR tahun kemudian sangat tidak berimbang sebagai motor balap. Kini peningkatan performa dilakukan semoga GSX-RR sanggup menjadi raja jalanan.

Setelah melalui tamat ekspresi dominan yang baik tahun kemudian kami perlu meningkatkan performa GSX-RR. Tentunya berkat masukan para rider, kami membangunnya setahap demi setahap, dan berimbang dalam semua aspek,” ungkap  Ken Kawauchi, Technical Manager Suzuki Ecstar

Perubahan GSX-RR Membawa Keyakinan Alex Rins

 dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan kemudian Makin Gilanya Suzuki GSX RR Di Ajang MotoGP

Terima kasih Suzuki dikarenakan telah bekerja dengan baik. Sebelum ekspresi dominan balap dimulai saya yakin jika sanggup memenangi balapan. Kami mempunyai motor yang kuat. Di Qatar kami sangat dekat, sayangnya di Argentina harus memulai balapan dari belakang,” tutur Alex Rins dikutip Motorsport.

Keyakinan Alex Rins akan tunggangannya nampaknya sudah dirasakan sebelum dia menjadi juara di MotoGP Amerika Sekat. Seperti dikatakan di atas, bahkan dia sempat yakin kala di Qatar dan Argentina sanggup berada di podium tertinggi. Sayang, itu semua belum terealisasi. Namun cuap-cuap Rins bukanlah pembangkit motivasi belaka, alasannya yakni benar dia sanggup mengambarkan ucapannya.

Perubahan Mencolok Terjadi Pada Bulan Februari

 dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan kemudian Makin Gilanya Suzuki GSX RR Di Ajang MotoGP

Sumber : Suzuki.id

Awal bulan Februari 2019 mereka meluncurkan GSX-RR 2019 yang akan digunakan pada MotoGp 2019. Perbedaan paling mencolok terlihat dari bab fairing depan yang telah disematkan fairing internal yang menjorok ke depan. Dengan berubahnya bab depan, menciptakan GSX-RR 2019 terlihat makin garang sekaligus aerodinamis. Untuk livery Suzuki tetap mempertahankan warna biru khasnya dengan ukiran goresan pena Suzuki di bodynya. GSX-RR MotoGp 2019 dibekali mesin berkapasitas 1.000 cc berpendingin cairan, 4 silinder segaris, DOHC 4 katup. Tenaga maksimalnya mencapai 176 kw (240 Ps), dan top speed 340 km/jam lebih. Secara desain saja sudah terlihat bahwa motor ini bukan sembarang, alasannya yakni ini yakni motor Garang.

Penasaran Dengan GSX-RR MotoGP 2019? Coba Rasakan Sensasinya Lewat  GSX-R150

 dalam gelaran MotoGp Spanyol pekan kemudian Makin Gilanya Suzuki GSX RR Di Ajang MotoGP

Sumber : Suzuki.id

Bukan Suzuki namanya jika tidak sanggup memuaskan hasrat para pelanggannya. Menelisik GSX-RR yang diturunkan khusus untuk MotoGp otomatis menciptakan bung yang pecandu adrenalin ingin menikmati. Salah satu cara menikmati, aura motor balap tersebut sanggup lewat GSX-R150!

Dengan harga Rp 29 juta bung mendapat tampilan garang khas GSX, hingga fitur canggih menyerupai keyless ignition system, full digital speedometer, hingga mesin yang responsif yang dibekali untuk GSX-R150 yakni  DOHC 4-Valve 150cc.

Mesin overbore Suzuki Suzuki GSX-R150 ini, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan besar lengan berkuasa melalui transmisi 6 percepatan.

Tak cuma mesin gahar dan fitur, tampilannya pun sangat khas motogp dengan desain yang agresif. Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memperlihatkan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, alasannya yakni posisi berkendara jadi menunduk. Apalagi terdapat grafis khas tim Suzuki. Karena itu motor ini cocok untuk Bung penggemar sejati MotoGP.